Share Bebanmu supaya Ringan Langkahmu
Manusia hidup tak pernah lepas dari masalah, karena dunia ini memang tempatnya ujian, sedangkan
kebahagiaan sejati adanya hanya kelak di akhirat ketika sudah di surga. Permasalahan hidup
tersebut dialami oleh setiap manusia, baik itu remaja, anak-anak hingga dewasa dan orang lanjut
usia. Sebenarnya permasalahannya tidaklah terlalu berat namun buat orang tertentu masalah
tersebut sudah dianggapnya sangat berat dan menjadi beban yang sangat mengganggu, padahal
buat orang lain hal tersebut adalah hal yang ringan dan biasa. Kondisi psikologi tiap orang memang
tidak sama, ada banyak hal yang mempengaruhinya. Bahkan untuk masalah yang sepele bagi
kebanyakan orang sudah bisa memicu seseorang untuk mau melakukan bunuh diri atau melarikan
diri ke hal negatif yang lainnya, seperti ke miras, ke tindakan kriminal, bergabung ke geng motor,
terlibat tawuran, kecanduan narkoba dan lain sebagainya. Salah satu cara mengurangi beban
masalah adalah dengan share atau bercerita kepada orang lain, namun orang itu harusnya yang
tepat, seperti psikolog Bandung, yang bisa dihubungi secara online. Dengan sharing permasalahan
hidup kepada psikolog online maka tidak akan salah arah dan telah memilih pihak yang tepat untuk
curhat dan share beban masalah hidup.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kondisi Psikologi
Ada banyak faktor yang mempengaruhi kondisi psikologi orang yang akan sangat mempengaruhi
caranya dalam menghadapi dan menyelesaikan suatu masalah, yakni antara lain kematangan usia,
kedewasaan mental dan pola pikir, tingkat spiritualitasnya latar belakang masa kecilnya, latar
belakang pendidikannya dan lain sebagainya. Tak jarang pada usia remaja, yakni pada saat titik usia
labil manusia, yang sedang mencari jati dirinya, lantas ada yang gagal melewatinya dan justru jatuh
terseret arus negatif. Ada juga yang pada saat mencapai usia lanjut, merasa terabaikan oleh
keluarga, merasa ditinggalkan oleh anak cucu lantas merasa kesepian dan menjadi down serta
mempengaruhi kondisi kesehatannya yang lalu menjadi makin menurun dan tidak ada semangat
hidup lagi. Beberapa masalah tersebut sebenarnya bisa diatasi jika dibagi dengan orang yang tepat
atau kepada ahlinya, yakni mentor psikolog, sehingga dapat memecahkan masalah yang ada dengan
secara tepat dan cara yang benar, tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif dan merugikan.
Cara Mengatasi Masalah atau Problema Hidup
Manusia hidup tak lepas dari masalah atau problema, baik itu yang dirasa kecil atau ringan hingga
masalah yang dirasa berat dan menjadi beban. Berikut ini adalah cara untuk mengatasinya.
Selalu berpikiran Positif dan Optimis
Masalah akan selalu ada saja. Selesai dan lepas dari suatu masalah bisa saja lalu disusul timbul
masalah yang lainnya, sehingga seakan tak akan pernah berhenti. Namun hendaknya semua itu
dijalani dengan sabar dan bijaksana. Selalu menjaga mood dan semangat hidup dan berpikiran positif
dan optimis agar bisa selalu berpikiran jernih dan dapat menemukan solusi pemecahan masalahnya
dengan secara tepat, tidak lantas salah langkah.
Sharing dengan Pihak Lain atau Curhat
Manusia adalah makhluk sosial, yang tak akan pernah bisa lepas juga dari pengaruh dan kebutuhan
untuk berinteraksi dengan orang lain. Masalah yang dihadapi Seberapapun beratnya dirasa maka
akan bisa terasa ringan jika dibagi. Mintalah nasehat dari orang lain mengenai solusi
permasalahannya, guna mendapatkan perspektif atau pandangan lain dari sudut pandang yang lain.
Menyimpan rahasia dan permasalahan diam-diam akan menambah beban dan bisa membuat jadi
lebih tua dari usia yang sebenarnya serta bisa juga mengganggu kesehatan, baik secara fisik
maupun physicist secara mental. Hanya saja harus memilih teman curhat yang benar, yang bisa
mengarahkan pada hal yang positif bukan sembarang orang yang justru akan menjerumuskan ke hal
yang negatif atau bahkan akan mengumbar aib yang dibagikan kepada setiap orang, ke seluruh
dunia. Hal tersebut justru akan bisa menambah masalah baru dan memperparah keadaan. Jadi
waspada juga curhat atau sharing kepada teman yang salah akan fatal dan merugikan akibatnya.
Carilah yang ahli, seperti psikolog atau bisa terbuka kepada orang tua atau wali kelas atau guru BP
(Bimbingan dan Penyuluhan), ustad atau ustadzah atau pendeta dan lain sebagainya.
Cara lainnya adalah dengan intropeksi diri dan berusaha membenahi diri, serta mendekatkan diri
kepada Tuhan.
Comments
Post a Comment